Rabu, 28 November 2012

Penyerbukan dan faktor – faktor yang mempengaruhinya



Penyerbukan dan faktor – faktor yang mempengaruhinya
Penyerbukan meupakan pengangkutan serbuk sari (pollen) dari kepala sari (anthena) ke putik (pistillum) atau peristiwa jatuhnya serbuk sari (pollen) diatas kepala putik (stigma)
Penyerbukan di alam
Pola variasi genetic di alam sangat ditentukan oleh mekanisme penyerbukan pada tanaman (Bawa dan Hadley, 1990; Griffin dan Sedgley, 1989). Dalam hal ini adalah sangat penting untuk memahami fungsi tanaman sebagai bagian dari populasi terutama dalam konteks spesies yang biotically pollinate  dan sebagai suatu system ekologi yang lebih kompleks.
Maksut dari menejemen pollinasi managemen polinasi (penyerbukan) pollination managemen adalah untuk memastikan bahwa transfer tepung sari dari genotype yang dibutuhkan telah mencukupi untuk dapat memproduksi biji dalam kualitas yang optimal.  
Macam-macam penyerbukan di alam
1.    
  Penyerbukan tertutup (kleistogami)
Terjadi juka putik diserbuki oleh serbuk sari dari bunga yang sama. Dapat disebabkan oleh:
a.       Putik dan serbuk sari masak sebelum terjadinya anthesis (bunga mekar)
b.   Kondisi bunga menghalangi terjadinya penyerbukan silang (dari luar), misalnya pada bunga dengan kelopak besar dan menutup. Contoh: familia papilionaceae
2.      Penyerbukan terbuka (kaskogami)
Terjasi jika putik diserbuki oleh serbuk sari dari bunga yang berbeda. Hal ini dapat terjadi jika putik dan serbuk sari masak setelah terjadinya anthesis (bunga mekar)

Beberapa tipe penyerbukan:
1.      Autogamie, merupakan tipe penyerbukan dimana putik diserbuki oleh sari bunga 
2.      Geitonogami, merupakan  tipe penyerbukan dimana putik diserbuki sari dari bunga yang berbeda namun dalam pokon sama.
3.      Allogamie (silang), merupakan tipe penyerbukan dimana putik diserbuki oleh sebuk sari dari bunga tanaman lain yang sejenis.
4.      Xenogamie (asing), merupakan tipe penyerbukan dimana putik diserbuiki oleh sari dari bunga tanaman yang tidak sejenis.


Baberapa tipe bunga yang memungkinkan terjadinya penyerbukan terbuka:
1.      Dikogami, Putik dan benang sari asak pada waktu yang tidak bersamaan.
a.       Protoandri : banang sari masak lebih dahulu masak dari pada  putik
b.      Protogini : putik lebih dahulu masak  dari pada benang sari
2.      Herkogami, bunga yang berbentuk sedemikian rupa hingga penyerbukan sendiri tidak dapat terjadi. Misal panili yang memiliki kepala putik yang tertutup selaput (rostelum).
3.      Heterostili, bunga memiliki tangkai putik (stylus) dan tangkai sari (filamentum) yang tidak sama panjang.
a.       Tangkai putik pendek (microstylus) dan tangkai sari panjang.
b.      Tangkai putik panjang (macrostylus) dan tangkai sari pendek.
Tipe bunga yang penyerbukanya membutuhkan bantuan agen pembantu penyerbukan (pollinator), meliputi:
a.       Anemofili (bunga yang penyerbukannya dibantu oleh angin)
b.      Enetomofili (bunga yang penyerbukannya dibantu oleh serangga)
c.       Ornitofili (bunga yang penyerbukannya dibantu oleh burung)
d.      Kiropterofili (bunga yang penyerbukannya dbantu oleh kelalawar.
Aktraktan primer
Atraktan primer data berupa:
1.      Sumber energi (makan): biasanya dalam bentuk nectar dan pollen. Tiap – tiap jenis pollinator hanya dapat mengambi nectar pada volume dan konsentrasi tertentu.
2.      Tempat membangun sarang
Contoh: blastophagus psenes, sejenis tawon dari ordo hymenoptera membangun sarangnya di dalam buah muda ficus carica. Ketika akan bertelur, serangga betina memasuki bunga sehingga tepung sari yang akan menempel di tubuhnya jatuh pada kepala putik.
3.      Tempat melakukan perkawinan
4.      Contoh: nangka (arthcarpus heterophyllus) dan cocoa (theobroma cacao) merupakan sarang bagi sejenis lalat (ordo diptera).
Agen pembantu pernyerbukan di alam.
Proses penyerbukan biasanya membutuhkan bantuan agen atau  vector untuk menjamin terjadinya transfer (perpindahan) tepung sari menuju ke kepala putik.  Dari jenisnya, agen tersebut dapat dibedakan menjadi:

a.       Agen biotic
Penyerbukan denga bantuan agen biotic biasanya terjadi di daerah tropis. Contoh  agen bitik : serangga, kelalawar, dan burung
b.      Agen biotic
Penyerbukan dengan tanaman dengan bantian agen abotik terjadi di daerah temperature. Contoh agen aiotik : angin, air.
Aktraktan sekunder
Atraktan sekunder data berupa:
1.      Warna bunga
Tiap – tiap pollinator hanya dapat menangkap spectrum warna tertentu.
Lebih berperan untuk menarik diurnal pollinator (pollinator yang aktif pada siang hari)

2.      Ukuran dan bentuk bunga
Ukuran dan bentuk bunga berhubungan dengan struktur tubuh dan tipe mulut agen penyerbuk.
3.      Bau bunga
Lebih berperan untuk menarik nocturnal pollianator (pollinator yang aktif pada malam hari)

1 komentar:

  1. How To Play Bet365 Games in Ghana: Tricks, Bonuses & Tips
    What is the Bet365 Experience? Bet365 is an online gambling site that was bet365 established bet365 in 1996 and now has a number of markets available for players

    BalasHapus